LOADING
News
News & Events

Budianto Wijaya Bersyukur Industri Kuliner Indonesia Bertumbuh

09 Apr 2018

Kecintaan masyarakat Indonesia berburu kuliner, ternyata menguntungkan banyak pihak. Di antaranya adalah perusahan tepung terigu yang menjadi penyuplai utama bahan-bahan kuliner. Terdata, potensi pasar tepung terigu di Indonesia masih sangat tinggi, dimana saat ini rata-rata konsumsi terigu di Indonesia baru mencapai 25 kilogram/tahun per kapita.

Salah satu faktor penting yang meningkatkan tingkat konsumsi tepung terigu adalah bahwa tepung terigu sangat mudah untuk diolah menjadi berbagai makanan seperti mie, roti, biskuit, cake, martabak, dan sebagainya, sehingga kemudahan pengolahan tepung terigu ini mampu menggairahkan industri makanan baik yang besar maupun yang kecil terutama sektor UKM.

Pertumbuhan pasar tepung terigu juga ditopang pula oleh peningkatan pendapatan masyarakat dimana faktor ini menciptakan kebutuhan masyarakat akan makanan yang lebih bervariasi. “Saya bersyukur permintaan tepung terigu di TanahAir diperkirakan bakal terus tumbuh ke depannya,” tutur Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills BudiantoWijaya, ditemui di sela-sela gelaran BIFHEX 2018 di Grand Ballroom Sudirman, Bandung, Jumat (5/4).

Maraknya pertumbuhan industri pengolahan makanan dan kuliner seperti kafe, bakery, atau restoran, membuat kebutuhan tepung terigu terus tumbuh seiring pula dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi. Selain itu, Indonesia mulai dikenal sebagai salah satu poros ekspor industri pangan di antaranya produk biskuit yang berbahan baku terigu. “Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, kapasitas produksi pabrik Bungasari di Cilegon sudah terpakai dalam kondisi maksimal. Hal itu dikarenakan tingginya permintaan pasar yang saat ini tidak bisa diimbangi oleh kapasitas produksi di pabrik Bungasari yang ada. Maka kami memutuskan ekspansi,” jelas Budianto.

Untuk memenuhi besarnya pertumbuhan dan permintaan produk terigu Bungasari, belum lama ini Bungasari melakukan ground breaking untuk perluasan pabrik di Cilegon, dengan membangun fasilitas produksi dan silo (penyimpanan) fase kedua di lahan pabriknya. “Perluasan ini akan membuat kapasitas produksi Bungasari meningkat dua kali lipat.” kata Budianto.

Langkah ekspansi lanjutan setelah melakukan perluasan kapasitas pabrik di Cilegon adalah membangun sebuah pabrik baru di kawasan Medan, Sumatera Utara. Pertimbangan pemilihan lokasi di Medan ini juga dikarenakan masih belum banyaknya produsen tepung terigu yang mampu melayani permintaan dalam kapasitas besar di kawasan ini. Diharapkan pada 2020, fasilitas produksi Bungasari di Medan sudah rampung dan mulai beroperasi.

Source