TRIBUNNEWS.COM -- Berkembangnya industri bakery, membuat banyak orang lebih selektif untuk memilih jenis tepung terigu Kebutuhannya makin bertambah.

 

Rata-rata dalam setahun setiap orang Indonesia mengonsumsi sekitar 22,3 Kg. Menurut survei tahun 2014, sekitar 250 juta penduduk konsumsi tepung terigu sebanyak 5.569.000 ton pertahunnya. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menggemari bahan makanan pokok selain nasi.

 

PT Bungasari Flour Mills merupakan salah satu pemain besar di industri tepung terigu yang memiliki pabrik di dekat pelabuhan Cigading.

 

"Berdiri sejak tahun 2014, PT Bungasari Flour Mills Indonesia kini sudah menjadi tepung terigu terbaik nomer 5 di Indonesia," tutur Budianto Wijaya, Sales dan Marketing Director dalam rilisnya, Senin (23/11/2015).

 

Bungasari memiliki beberapa produk andalan mulai dari terigu protein rendah hingga tinggi. Merek andalan bungasari adalah Golden Crown (roti tawar dan manis), Golden Eagle (roti dan mie), Krakatau (roti ekonomis), Bola Salju (serbaguna), Hana Biru (kue kering, cake dan cookies), Hikari Biru (mie basah), Jawara (aneka gorengan dan kue tradisional) hingga Gelang Berlian (aneka gorengan dan kue tradisional).

 

Chef Ucu Sawitri Art of Chocolate and Cake Decoration menjelaskan menggunakan tepung bungasari terutama bola salju sangat menguntungkan karena tidak perlu waktu yang lama dalam membuat roti. Pasalnya bahan yang digunakan sangat berkualitas.

 

"Roti biasa dan roti Jepang ini beda. Kalau roti Jepang lebih cenderung berani untuk menggunakan bahan yang lebih bagus. Metode pembuatan adonanya lebih banyak menggunakan sponge and dough sedangkan roti biasa lebih menggunakan straight dough. Dan variasi bentuk dari roti Jepang lebih unik dan beragam," tutur Ucu.

 

Agar menghasilkan roti yang sempurna dan mengembang, saat adonan sudah jadi perlu diistirahatkan terlebih dahulu sekitar 10 menit. "Sebaiknya tutup adonan cukup dengan plastik bening agar udara tidak masuk. Justru, jangan menutupnya dengan serbet basah, karena adonan memiliki suhu yang panas dan serbet suhunya dingin sehingga bisa menarik air dan menghasilkan adonan yang kering," tambah wanita yang sudah memiliki pengalaman 10 tahun di bidang tepung terigu dan bakery.

 

"Inti gandum dihaluskan sehingga menghasilkan protein yang tinggi dengan kadar abu rendah. Bisa menghasilkan roti yang lembut dan umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan tepung yang dihaluskan bersama dengan kulit gandum," jelas Ucu.

 

Ucu menambahkan tepung bola salju jika digunakan sebagai bahan untuk membuat jajanan seperti dadar gulung akan sangat nikmat karena kandungan gandum yang berkualitas didalamnya.

 

"Tadi kita coba dengan membuat kulit dadar gulung tidak membutuhkan waktu yang lama. Bola salju yang dicampur dengan bahan lainnya untuk membuat jajanan sangat dianjurkan," tambahnya.

 

Tepung terigu Bungasari sudah mengantongi sertifikasi berstandar internasional seperti FSSC ISO 220.000, ISO 9001, Halal dan SNI. Bungasari memiliki ragam produk mulai dari ukuran 1 Kg, 25 Kg, 50 Kg dan kubikasi khusus lainnya sesuai permintaan konsumen. Sehingga sangat cocok digunakan bagi para pelaku UKM dan industri besar di bidang food and beverage.

 

Selain memproduksi tepung terigu dasar (basic flour), Bungasari juga memproduksi tepung terigu  khusus (speciality flour) hingga tepung premix. "Untuk menjalin hubungan dengan para konsumen, PT Bungasari Flour Mills Indonesia juga rutin mengadakan pelatihan di Bungasari Inovation Center untuk UKM sehingga dapat berbagi ilmu baik teknik pembuatan hingga pemasaran produk,"jelas Budianto.

 

Karena memiliki jenis tepung terigu yang berkualitas, Bungasari juga melayani dan menjadi partner beberapa industri. Seperti GarudaFoods, Dapur Cokelat, Wings Food hingga Mayora.

Share this post on: