LOADING
News
News & Events

Bungasari Komitmen Manfaatkan Limbah Gas Buang

29 Jan 2022

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bungasari Flour Mills Indonesia (Bungasari) terus mengembangkan berbagai inisiatif dalam konsep pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada perlindungan lingkungan.

Membuka lembaran tahun baru, Bungasari mulai membangun sistem pendingin ramah lingkungan yang juga bermanfaat untuk mengurangi konsumsi listrik industri melalui proyek pemanfaatan limbah gas buang atau waste heat recovery power generation, di salah satu pabriknya di Cilegon, Banten.

Proyek pemanfaatan limbah gas buang ini merupakan yang perdana bagi Bungasari, dan baru kali pertama diterapkan pada industri tepung terigu di Indonesia.

Presiden Direktur Bungasari Budianto Wijaya menyatakan, sejak tahun lalu, Bungasari telah menerapkan budaya ramah lingkungan, demi menekan potensi bahaya pemanasan global serta menciptakan harmonisasi dalam struktural pembangunan berkelanjutan pada segi lingkungan.

"Bungasari memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong terbentuknya industri ramah lingkungan di semua kantor dan pabriknya. Kami juga berkepentingan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan sosial yang bersentuhan dengan kegiatan usaha serta di lingkungan sekitar Bungasari," kata Budianto, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Sabtu (29/1/2022).

Menurut Budianto, para pemegang saham Bungasari yang berasal dari tiga negara, memiliki komitmen kuat untuk mencapai SDGs. Menyemai energi ramah lingkungan, merupakan kontribusi nyata yang terus digencarkan oleh produsen terigu terkemuka di Indonesia ini.

"Komitmen ini sejalan dengan kemitraan global dalam mendorong percepatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air,” imbuhnya. Menurut Budianto, nilai penghematan yang didapat Bungasari melalui pemanfaatan gas buang selama satu tahun diperkirakan mencapai Rp 3,15 miliar. "Untuk skala jangka panjang hingga 20 tahun mendatang, Bungasari diperkirakan mendapat keuntungan penghematan sebesar Rp 62,67 miliar," tandasnya.

Langkah awal Bungasari dalam memajukan ekonomi Indonesia yang berpijak pada perlindungan lingkungan, dimulai pada September 2021 melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, di pabrik terbarunya di Medan, Sumatra Utara.

Pada Januari 2022, Bungasari menggandeng PT Benua Green Energy untuk pengerjaan proyek perdana pemanfaatan limbah gas buang guna mengurangi konsumsi listrik melalui peningkatan efisiensi energi. Instalasi serta perampungan proyek Multi Energy Chiller ini memakan waktu sekitar setengah tahun, pascapenandatangan kontrak kerja dengan Bungasari.

"Ini merupakan wujud dari komitmen Bungasari terhadap perlindungan lingkungan. Berawal dari pembangunan PLTS atap di Medan, Sumatra Utara, pada tahun lalu. Kemudian pada akhir Januari 2022 dilanjutkan dengan proyek sistem pendingin ramah lingkungan dengan pemanfaatan limbah gas buang di Cilegon, Banten, dengan nilai investasi sebesar Rp14,12 miliar," ungkap Budianto.

Sementara, Chief Executive Officer PT Benua Green Energy, Ravi Desai menyatakan, prinsip kerja mesin chiller ini adalah menggunakan gas buang dari gas engine yang biasanya terbuang percuma, yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat chiller dengan menggunakan sistem absorption chiller.

“Dengan sistem ini, Bungasari memanfaatkan energi dari gas buang engine menjadi chiller, yang dapat dijadikan pendingin ruangan, sekaligus menggantikan sistem pendingin ruangan yang sebelumnya menggunakan AC konvensional," jelasnya.

Di sisi lain, tambah Ravi, sistem absorption chiller ini tidak menggunakan freon. Sehingga, selain berhemat, Bungasari juga menciptakan ruang kerja ramah lingkungan dengan meniadakan penggunaan freon untuk AC konvensional yang berpotensi merusak lapisan ozon. "Ini merupakan langkah dan komitmen luar biasa terhadap keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang," tandas Ravi.

 

Source