LOADING
News
News & Events

Bungasari manfaatkan limbah gas buang

28 Jan 2022

Serang (ANTARA) - PT Bungasari Flour Mills Indonesia dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) membangun sistem pendingin ramah lingkungan dengan memanfaatkan gas buang.

Proyek pemanfaatan limbah gas buang atau waste heat recovery power generation ini dipergunakan di salah satu pabrik Bungasari di Cilegon, Banten.

Presiden Direktur Bungasari Budianto Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat, menyatakan sejak tahun lalu, Bungasari telah menerapkan budaya ramah lingkungan, demi menekan potensi bahaya pemanasan global serta menciptakan harmonisasi dalam struktural pembangunan berkelanjutan pada segi lingkungan.

Dia mengatakan proyek pemanfaatan limbah gas buang ini merupakan yang perdana bagi Bungasari, dan baru kali pertama diterapkan pada industri tepung terigu di Indonesia.

Para pemegang saham Bungasari yang berasal dari tiga negara, memiliki komitmen kuat untuk mencapai SDGs. Menyemai energi ramah lingkungan, merupakan kontribusi nyata yang terus digencarkan oleh produsen terigu terkemuka di Indonesia ini. Komitmen ini sejalan dengan kemitraan global dalam mendorong percepatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air, jelas dia.

"Bungasari memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong terbentuknya industri ramah lingkungan di semua kantor dan pabriknya. Kami juga berkepentingan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan sosial yang bersentuhan dengan kegiatan usaha serta di lingkungan sekitar Bungasari," kata Budianto.

Langkah awal Bungasari dalam memajukan ekonomi Indonesia yang berpijak pada perlindungan lingkungan, dimulai pada September 2021 melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, di pabrik terbarunya di Medan, Sumatera Utara.

Pada Januari 2022, Bungasari menggandeng PT Benua Green Energy untuk pengerjaan proyek perdana pemanfaatan limbah gas buang guna mengurangi konsumsi listrik melalui peningkatan efisiensi energi. Instalasi serta perampungan proyek "Multi Energy Chiller" ini memakan waktu sekitar setengah tahun, pascapenandatangan kontrak kerja dengan Bungasari.

"Ini merupakan wujud dari komitmen Bungasari terhadap perlindungan lingkungan. Berawal dari pembangunan PLTS atap di Medan, Sumatera Utara, pada tahun lalu. Kemudian pada akhir Januari 2022 dilanjutkan dengan proyek system pendingin ramah lingkungan dengan pemanfaatan limbah gas buang di Cilegon, Banten, dengan nilai investasi sebesar Rp14,12 miliar," ungkap Budianto.

Sementara, Chief Executive Officer PT Benua Green Energy, Ravi Desai, menyatakan bahwa prinsip kerja mesin chiller ini adalah menggunakan gas buang dari gas engine yang biasanya terbuang percuma, yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat chiller dengan menggunakan sistem absorption chiller. "Dengan sistem ini, Bungasari memanfaatkan energi dari gas buang engine menjadi chiller, yang dapat dijadikan pendingin ruangan, sekaligus menggantikan sistem pendingin ruangan yang sebelumnya menggunakan AC konvensional," jelasnya.

"Di sisi lain, sistem absorption chiller ini tidak menggunakan freon. Sehingga, selain berhemat, Bungasari juga menciptakan ruang kerja ramah lingkungan dengan meniadakan penggunaan freon untuk AC konvensional yang berpotensi merusak lapisan ozon. Ini merupakan langkah dan komitmen luar biasa terhadap keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang," Ravi, menambahkan.

Selain itu, lanjut Ravi, dengan menyerap energi listrik exhaust gas flow rate (wet) yang dimanfaatkan sekitar 18.273 kg per jam dari pemanfaatan gas buang ini, Bungasari dapat melakukan pengurangan emisi CO2 (CO2 footprint) sekitar 570 ton per tahun, dibandingkan jika menggunakan AC konvensional dengan sumber listrik.

Nilai penghematan yang didapat Bungasari melalui pemanfaatan gas buang selama satu tahun diperkirakan mencapai Rp3,15 miliar. "Untuk skala jangka panjang hingga 20 tahun mendatang, Bungasari diperkirakan mendapat keuntungan penghematan sebesar Rp62,67 miliar," kata Budianto.

Kesepakatan pengerjaan instalasi "Multi Energy Chiller" ini, dimulai dengan penandatanganan kontrak kerja yang dilakukan pada Jumat (28/1) pagi di Jakarta, oleh PT BUNGASARI FLOUR MILLS INDONESIA Budianto Wijaya dan CEO PT Benua Green Energy Ravi Desai.

Source