LOADING
News
News & Events

Pasang PLTS Atap, Pabrik Tepung Ini Bisa Hemat Rp3 M Per Tahun

13 Sep 2021

VIVA – Produsen tepung nasional, PT Bungasari Flour Mills Indonesia menggenjot penggunakan energi baru terbarukan (EBT), dengan memasang PLTS Atap, guna mendukung operasional pabriknya saat ini. Penggunaan sumber listrik baru itu diproyeksi akan hemat miliaran rupiah per tahun.

Presiden Direktur Bungasari Budianto Wijaya mengungkapkan, pabrik tepung yang akan dipasang PLTS Atap berada di Kawasan Industri Medan 4, Sumatra Utara. Pemasangan sistem PLTS dengan kapasitas 2.4 megawatt-peak ini, merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan unit usaha Bungasari dengan mengurangi dampak buruk lingkungan dengan menghadirkan energi ramah lingkungan.

Pembangunan PLTS Atap itu lanjutnya, menggandeng PT Xurya Daya Indonesia yang merupakan startup penyedia jasa pembangunan PLTS atap. Perjanjian pembangunan PLTS atap tersebut telah ditandatangani kedua pihak pekan lalu.

"Setelah penandatanganan perjanjian, tim pembangunan PLTS atap ini segera masuk ke tahap berikutnya, yakni proses desain dan konstruksi," jelas Budianto Wijaya dikutip dari keterangannya, Senin, 13 September 2021.

Memanfaatkan atap pabrik dengan membangun PLTS atap merupakan bentuk partisipasi Bungasari dalam menekan tingkat pemanasan global, yang mengancam keberlangsungan produksi pertanian akibat dampak cuaca ekstrem. Inisiatif Bungasari ini juga menjadi sejalan dengan Gerakan Nasional Sejuta Surya yang telah dikampanyekan oleh pemerintah sejak 2017.

"Untuk waktu pemasangan dan penyelesaian proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan, sehingga di awal tahun 2022 proyek ini diharapkan sudah selesai di tahap awal dan bisa mulai beroperasi," Budianto, menambahkan.

Baca juga: Ahok Sebut Pertamina Paling Top Punya Subholding, Erick Pasang Target

Sementara itu, Managing Director Xurya Eka Himawan mengapresiasi komitmen Bungasari sebagai pabrik terigu pertama di Indonesia yang menggunakan EBT dalam kegiatan operasionalnya.

"Langkah ini tentu sangat penting untuk mengurangi dampak climate change yang dapat mengancam keberlangsungan produksi pertanian. Setiap industri memang perlu memperhatikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasionalnya, dan Bungasari telah selangkah lebih maju dalam hal ini,” tambahnya.

Beroperasinya proyek PLTS atap ini, Bungasari akan memproduksi sendiri energi listrik untuk kebutuhan pabriknya di Medan, dengan sumber tenaga surya sebesar 2.940.819 kilowatt-hour (kWh) per tahun.  Atau setara dengan penghematan pengeluaran hingga Rp3 miliar per tahun.

"Produksi energi listrik bersih tersebut juga setara dengan pengurangan karbon dioksida sejumlah 68.668.113 kg atau konsumsi listrik untuk 46,969 rumah atau green house gas (22.261.996 liter)," tambahnya.

Selain itu, dengan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, Bungasari juga melakukan penghematan yang sebanding dengan penghematan emisi atas 14.704 kendaraan roda empat. Kemudian mendorong ekonomi hijau dengan perbandingan penanaman pohon sejumlah 881.414 pohon.

"Pembangunan PLTS atap di Medan ini merupakan pilot project Bungasari dalam menggaungkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami tentunya berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut ke pabrik-pabrik Bungasari lainnya," jelas Budianto.

Budianto juga mengungkapkan, selain proyek energi terbarukan, Bungasari pun tengah merencanakan pengerjaan proyek pemanfaatan energi gas buang yang bersumber dari gas engine di salah satu pabrik Bungasari di Cilegon, Banten.

Proyek ini akan memberikan manfaat penghematan energi listrik sejumlah 824.000 kWh per tahun atau selaras dengan jejak karbon (carbon foot-print) sejumlah 570 ton karbon dioksida per tahun. Bagi Bungasari, inisiatif ini semakin mengukuhkan komitmennya terhadap pembangunan masa depan hijau dan berperspektif iklim.

 

Source