LOADING
News
News & Events

PT Bungasari, Produsen Terigu Dukung Penggunaan Energi Terbarukan

11 Sep 2021

Surabaya (ANTARA) - PT Bungasari Flour Mills Indonesia (Bungasari) mendukung penggunaan energi terbarukan berbasis tenaga surya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di salah satu pabriknya di Kawasan Industri Medan 4, Sumatera Utara.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Sabtu malam, pemasangan sistem PLTS dengan kapasitas 2.4 megawatt-peak itu merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan unit usaha Bungasari.

Selain itu juga mengurangi dampak buruk lingkungan dengan menghadirkan energi ramah lingkungan.

Produsen tepung Indonesia tersebut menggandeng PT Xurya Daya Indonesia, yakni startup nasional penyedia jasa pembangunan PLTS atap, dengan harapan mengoptimalkan program ramah lingkungan, dengan memanfaatkan energi terbarukan. Budianto Wijaya dari Bungasari dan Eka Himawan dari Xurya menandatangani perjanjian pembangunan PLTS atap tersebut di Jakarta, Jumat (10/9).

"Setelah penandatanganan perjanjian, tim pembangunan PLTS atap ini segera masuk ke tahap proses desain dan konstruksi," kata Presiden Direktur Bungasari Budianto Wijaya melalui keterangan resminya. "Untuk waktu pemasangan dan penyelesaian proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan, sehingga di awal tahun 2022 proyek ini diharapkan sudah selesai di tahap awal dan bisa mulai beroperasi," kata Budianto menambahkan.

Selain proyek energi terbarukan, Bungasari tengah merencanakan pengerjaan proyek pemanfaatan energi gas buang yang bersumber dari gas engine di salah satu pabrik di Cilegon, Banten. Proyek tersebut akan memberikan manfaat penghematan energi listrik sejumlah 824.000 kWh per tahun atau selaras dengan jejak karbon (carbon foot-print) sejumlah 570 ton karbon dioksida per tahun.

Managing Director Xurya Eka Himawan mengapresiasi komitmen Bungasari sebagai pabrik terigu pertama di Indonesia yang menggunakan energi baru terbarukan dalam kegiatan operasionalnya. Langkah ini, kata dia, sangat penting untuk mengurangi dampak climate change yang dapat mengancam keberlangsungan produksi pertanian.

"Setiap industri memang perlu memperhatikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasionalnya, dan Bungasari telah selangkah lebih maju dalam hal ini," tuturnya.

Source